. banner 728x250
Daerah  

Tingkatkan Keterampilan,PKK Tamerod’o Gelar Pelatihan Membuat Kue.

Gambar: Kepala Desa Tamerod'o Sofyan disaat membuka kegiatan pelatihan TP.PKK di Dampingi Ketua PKK Desa Tamerod'o Hj.Nurani Sofyan di Aula Kantor Desa.

Majene,KBN.Com-TP.PKK Desa Tamerod’o Kecamatan Tamerod’o Sendana gelar pelatihan kepada pengurus PKK.Pelatihan bertujuan untuk mengasah keterampilan ibu-ibu untuk bisa mengolah bahan lokal menjadi bahan yang bisa memiliki nilai tinggi dipasaran termasuk pisang.

Ketua TP.PKK Hj.Nurani Sofyan,
mengatakan banyaknya antusias industri makanan,dari pabrik, dalam hal ini food & beverage mengalami kemajuan yang signifikan,sehingga ia berfikir pangan lokal termasuk,pisang
kita buat bahan untuk kue.

menjawab permintaan dari masyarakat dengan membuka pelatihan kepada anggota PKK.
Tujuanya mereka bisa memiliki keterampilan untuk bisa memanfaatkan bahan-bahan  lokal yang banyak didesa,

Selain itu,Pelatihan pembuatan Kue bakery diikuti oleh 30 peserta. Dengan latar belakang yang berbeda-beda, baik dari yang sudah berumah tangga dan belum masih fresh graduate.

“Pelatihan pembuatan  kue, mempelajari cara membuat kue dalam bentuk  bakery dan pudding dengan meningkatkan skill memasak,” kata Nurani Sofyan diselasa kegiatan mengajar pelatihan kue diAula kantor Desa Tamerod’o hari sabtu yana lalu (21/4/2024)

Di katakan pula,adanya pelatihan ini untuk menumbuhkan keterampilan pada bidang kuliner yang sesuai dengan program yakni pembuatan kue.”ujar Nurani.

“Mudah-mudahan peserta bisa menyerap materi yang diberikan di pelatihan, supaya setelah selesai bisa bekerja dan berwirausaha dalam bidang kuliner. Karena pada pelatihan para peserta sudah diajarkan keterampilan yang sangat baik meliputi bisa mengidentifikasi alat masak, mengetahui standar resep, dan mempraktikkannya dengan membuat sebuah produk,” harapnya.

Sementara itu, Kepala desa Tamerod’o Sofyan mengatakan kegiatan sangat positip bagi pesrta,sehingga nanti mereka masuk dalam dunia kerja dapat mengerti standarisasi yang diberikan kepada mereka di mana nat8nya mebuka usaha kuluner.

“Apalagi ada pepatah beda tangan bisa beda rasa.Makanya, disini peserta dituntut harus mengerti takaran resep dan paling penting bisa memasak pakai hati,” tegasnya.
Untuk itu, lanjut dia, peserta diajarkan dalam pelatihan ini standarisasi pembuatan  kue seberapa agar cita rasa tetap sama. Karena jika sudah masuk dalam perusahaan pasti akan ada standarisasi rasa dan penampilannya.Jadi apapun yang akan dibuat sudah dapat memahami.

“Semoga pelatihan kue bakary dapat meluluskan peserta – peserta yang menguasai keterampilan dengan bekerja di bidang kuliner dan dapat membuka usaha kue,” ujar dia. (W)