. banner 728x250

Tekan Angka Stunting,Pemdes  Balombong Gelar Rembuk Stunting

Irwanto Mewakili Camat Pamboang di Dampingi Pj.Kades Balombong Arhan,Binsa,Babimkantimas,Dan Perwakilan Puskesmas Pamboang Pada Acara Rembu Stunting di Aula desa Balombong kis 20 Juni 2024.

MAJENE,KBN,Com-Pemerintah Desa (Pemdes) Balombong Kecamatan Pamboang Kabupaten Gelar Rembuk Stunting Pemdes Balombong sukses menyelenggarakan kegiatan Rembuk Stunting yang diadakan sebagai komitmen untuk tekang angka stunting di setiap desa di Wilayah Kabupaten Majene.

Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang stunting dan melakukan sosialisasi tentang pencegahan kondisi tersebut pada anak-anak. Dalam acara tersebut, turut hadir sejumlah tokoh penting dan masyarakat, antara Mewakil Camat Pamboang, Kepala Puskesmas,Babinkantibmas,
Babinsa,Ketua BPD,UPTD KB,
Pendamping Desa,Penyuluh KB,
Bidan Desa,Kader Posyandu,PKH
serta tokoh masyarakat setempat.

Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama.Melalui upaya yang dilakukan,Pemerintah Desa Balombong untuk  menurungkan  angka stunting secara bertahap, kegiatan di laksanakan Aula Kantor Desa Kamis  20/06/2024.

Dalam kesempatannya,Pj. Kades Balombong  Arhan, mengatakan, rembuk stunting dianggap sangat penting. Karena memang jadi tugas pemerintah dalam menekan angka stunting di wilayahnya masing-masing. “Peran serta semua pihak, para Kadus dan ketua RT untuk terus melakukan pendataan,” ujar Arhan.

Hal ini merupakan komitmen yang kuat dari pemerintah desa dalam memperbaiki kondisi kesehatan anak-anak di wilayah mereka. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan anak-anak di seluruh Indonesia.

Kegiatan rembuk stunting ini dilaksanakan oleh desa secara rutin setiap tahunnya dengan maksud dan tujuan untuk mendata hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan dan harus dianggarkan di dalam APBDes yang akan datang terkait dengan program percepatan penurunan stunting ini. Hasil ajuan dari rembuk stunting ini nantinya akan dibahas didalam musyawarah desa yang kemudian hasil ajuannya memungkinkan untuk dianggarkan dalam APBDes  yang akan datan,” kata Arhan.

” Sementara itu Irwanto Mewakili Camat sebagai Narasumber mengatakan, permasalahan penanganan dan pencegahan stunting harus segera dilaksanakan. Terutama dalam memberikan asupan makanan berprotein lebih,yang diberikan kepada anak-anak, dimasa pertumbuhannya.

“ Makanan berprotein lebih di perhatikan dan makanan tambahan jangan lupa vitamin, serta perhatikan pertumbuhan anak-anak.Selanjutnya menyampaikan tentang lima layanan dalam perpres tersebut yaitu, remaja putri, calon pengantin, anak usia 0-59 bulan, ibu hamil dan nifas serta keluarga beresiko stunting. juga membahas capaian e HDW yang merupakan alat monitoring dan evaluasi dalam penanganan stunting di desa. Peran serta para pihak yang ada di desa diminta untuk memberikan perannya dalam memberikan pelayanan, membantu dalam hal mensosialisasikan tentang stunting itu sendiri, karena peran semua pihak sangat membantu dalam proses penanganan dan pencegahan stunting di tingkat desa.” ungkap Irwanto.***

Penulis : Wahid Halapir