. banner 728x250

Stop Stunting, Pemdes Tamerod’o Gelar Rembuk Stunting

Kepala Desa Tamerod'o Supyan gelar rbuk Stunting nersama dengan seluruh koponen yang berkepentingan.Dalam Rangka penurunan Stunting di Desa Tamerod'o.

MAJENE,KBN.com-Pemerintah Desa(Pemdes) Tamerod’o Kecamatan Tamerod’o Sendana Kabupaten Majene Sulawesi Barat.

Selain itu, turut hadir Camat,UPTD KB Tamerod’o,Perangkat Desa, Anggota BPD, Kepala Dusun, BKB, kader Posyandu,Toko Masyarakat serta Pengurus PAUD sebagai peserta.Rembuk Stunting merupakan kegiatan edukasi serta sosialisasi tentang upaya-upaya pencegahan Stunting serta bagaimana masyarakat serta pemerintah merespon terjadinya stunting yang di alami masyarakat dilakukan secara bersama-sama.

Kepala Desa Tamerod’o Supyan dalam sambutannya mengatakan
bahwa Pemerintah Desa tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, diantara komitmen tersebut dengan memberikan pelayanan kesehatan serta pendidikan gizi kepada masyarakat.

“Pemerintah Desa akan terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan pendidikan tentang gizi kepada masyarakat,” Ujar Supyan

Selain itu,Supyan juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi
dan berperan aktif dalam menangani stunting dengan tujuan menciptakan generasi yang sehat danualitas di masa depan.

Rembuk Stunting merupakan kegiatan edukasi serta sosialisasi tentang upaya-upaya pencegahan Stunting serta bagaimana masyarakat serta pemerintah merespon terjadinya stunting yang di alami masyarakat dilakukan secara bersama-sama.

Selain itu, Beliau juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dan berperan aktif dalam menangani stunting dengan tujuan menciptakan generasi yang sehat danualitas di masa depan.

Diskusi dalam rembuk ini berfokus pada pembahasan program dan kegiatan yang dapat dilakukan secara bersama-sama untuk mengurangi angka stunting di Desa Prapat Tunggal. Langkah-langkah konkret yang diusulkan antara lain adalah pendampingan ibu hamil dan anak balita hal nutris dan kesehatan, peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi dan sanitasi yang baik.

Selain itu,Rembuk Stunting juga berfungsi sebagai platform untuk menuangkan aspirasi dan masukan dari masyarakat. Partisasi aktif dari semua peserta memperkuat komitmen dan kesatuan dalam menghadapi masalah stunting. Terselenggaranya rembuk ini juga menunjukkan adanya perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat dalam menanggapi permasalahan stunting.di Desa.”tutur sopian.

Penulis :Wahid Halapir