. banner 728x250

Stop Stunting, Pemdes Banua Sendana Salurkan PMT Kepada Balita dan Bumil

Pj.Kades Banua Sendana Darmawi,SE Foto Bersama usai Penyerahan Susu Untuk Bumil dan Balita di Poyandu Beringin Dusun Banua Selatan,di Dampingi Babins,Babimkatimas,Bidan Desa,Petugas Gizi,TP.PKK,Penyuluh KB,Petugas Imunisasi,Kader Posyandu, Bumil dan Balita Rabu 19/06/2024

MAJENE,KBN.com– Sebagai upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita dan Ibu hamil (Bumil), Pemerintahan Desa (Pemdes) Banua Sendana,Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat memberikan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Beringin Dusun Banua  Selatan,Rabu (19/06/2024).

Sasaran Pembagian PMT,Sebanyak 8 ibu hamil dan 28 balita yang hadir pada acara pemberian Makanam Tambahan (PMT),hadir pada penyalurun Sekcam Sendana, Kapolsek  Sendana,Bidan Desa,
Petugas Imunisasi,Petugas Gizi,Kader Posyandu Penyuluh KB, TP.PKK, Babinsa, Babimkantimas, Aparat Desa,dan Kadus,

Pj.Kepala Desa Banua Sendana Darmawai, SE dalam penyampaianya mengungkapkan, pemberian PMT ini bertujuan untuk mencegah terjadinya gizi buruk pada balita dan ibu hamil, khususnya yang ada di desa Banua Sendana.Pemberian PMT dengn sasaran 36 0rang,balita umur 23 bulan berjumlah 11, balita umur 11 bulan berjumlah 14 orang,2 sd 5 tahun 23 orang dengan tingkat hadiran 100 % ” jelas Darmawi.

Di katakan pula bahwa,stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Maka dari itu program bantuan ini diperuntukan untuk Bumil (Ibu Hamil) dan Baduta (Bayi Bawah Dua Tahun) ,” sambungnya.

Sebagai informasi,PMT merupakan kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk susu bubuk, dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Juga mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.” Ujarnya.

Selain itu,PMT sendiri terdapat dua macam, yaitu PMT Pemulihan dan PMT Penyuluhan. Keduanya memiliki tujuan yang sama. Yaitu untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh balita. PMT pemulihan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita sekaligus sebagai pembelajaran bagi ibu dari balita sasaran.PMT pemulihan di berikan dalam bentuk makanan atau bahan makanan lokal.Hanya dikonsumsi oleh balita gizi buruk dan sebagai tambahan makanan sehari-hari bukan sebagai makanan pengganti makanan utama.

“MT ini sebagai langkah utama dalam mencegah stunting pada balita,” kata Darmawi.

Ia berharap, dengan adanya bantuan PMT tersebut dapat menjadi pencegah bagi balita dan ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi. 

“Semoga dengan adanya PMT di desa tidak ada lagi balita stunting.Karena, generasi yang mulai tumbuh harus dijaga dan diawasi dengan baik, agar pertumbuhannya normal seperti yang lainnya,” tuturnya.***

Penulis : Wahid Halapir