. banner 728x250

Seusai Debat Ketiga Capres, Prabowo Banjir Empati dari Milenial

JAKARTA – Ketua Milenial Muslim Bersatu (MMB) Khairul Anam mengatakan, Prabowo Subianto tidak bisa menyampaikan semua pengetahuannya secara terbuka ke publik karena kepentingan nasional.

Dia menocontohkan masalah Minimum Essential Force (MEF) atau standar kekuatan pokok TNI yang tidak tercapai.

“Itu semata-mata karena keterbatasan anggaran,” kata Anam, dalam keterangannya, Senin (8/1).

Diketahui, anggaran itu tidak disetujui oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena adanya refocusing atau pengalihan anggaran karena pandemi Covid-19.

Menurut Anam, dalam debat ketiga capres tersebut Prabowo terlihat tidak ingin melakukan elaborasi terlalu dalam, karena akan menghantam sesama koleganya di kabinet .

Anam menuturkan bahwa hal inilah keterbatasan yang dimiliki Prabowo, sehingga terlihat diserang secara keras oleh dua paslon lainnya.

“Hal inilah yang membuat netizen dan publik, terutama milenial menaruh simpati, bahkan berempati kepada Prabowo,” tuturnya.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang, bahkan menyebut banyak emoji menangis dari netizen yang menunjukkan adanya empati besar kepada Prabowo.

Dia memberikan komentarnya itu di salah satu stasiun televisi pascadebat ketiga capres yang diselenggarakan KPU di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1).

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran yang juga Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menyebut Prabowo Subianto satu-satunya Menteri Pertahanan (Menhan) yang pernah melakukan rapat di DPR setengah terbuka. Hal itu dirasakannya setelah tiga periode mengikuti Menhan. (*KBN.)