. banner 728x250
Daerah  

RSUD Majene Luncurkan Aplikasi SI MANDAR

Majene, Kabarbarunusantara.Com – Rumah Sakit Umum Daerah Majene baru saja melanching aplikasi yang bernama SI MANDAR. Aplikasi tersebut sengaja dibuat dengan memberikan nama SI MANDAR sebagai bagian dari dukungan dalam mendigitalisasi sistem perangkat kerja yang ada di RSUD Majene.

RSUD Majene sebagai salah satu reformer menggagas Inovasi untuk dapat meningkatkan kinerja organisasi dengan cara mengoptimalkan pelayanan dan informasi donor darah yang terintegrasi melalui sistem aplikasi berbasis digital, yaitu SI MANDAR (Sistem Informasi Manajemen Donor darah).

“SI MANDAR” adalah kosa kata yang terdiri dari “si” dan mandar”.  Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia (KKBI) kata “si” sebagai kata sandang  memliki serangkaian makna. “Si” merupakan kata yang di pakai di depan nama diri yang memiliki konotasi akrab.

“Mandar” adalah salah salah satu etnis terbesar yang menempati wilayah Sulawesi barat. Reformer ingin mewujudkan pelayanan dan informasi  donor darah di RSUD Majene yang sebagian besar penduduknya beretnis Mandar.

Pelayanan yang terintegrasi melalui sistem aplikasi berbasis digital yang akrab dan mudah diingat nama aplikasinya yaitu: “SI MANDAR”. Dalam rangka tuntutan perkembangan zaman, aplikasi SI MANDAR dapat menjawab tantangan tersebut, dengan layanan dan informasi donor darah yang mudah diakses serta dapat menjangkau seluruh masyarakat khususnya di Tanah Mandar Kabupaten Majene.

SI MANDAR adalah Sistem komputerisasi untuk mendukung kontrol pelayanan darah. Penerapan informasi berbasis web untuk mengelola, menyimpan dan menganalisis informasi pendataan pendonor, penerimaan darah, permintaan darah dan pendataan stok atau ketersediaan darah serta dapat menjaring pendonor aktif dan passif.

Kualitas dan kapasitas kepemimpinan merupakan fitur pokok yang wajib dimiliki oleh sumber daya manusia dari suatu organisasi. Kepemimpinan transformasional perlu dimiliki oleh pemimpin perubahan agar mampu menciptakan inovasi-inovasi dalam organisasi agar mampu memberikan layanan prima dengan kinerja optimal sehingga mencapai organisasi berkinerja tinggi.

Oleh karena itu perlu membangun budaya inovasi dalam organisasi dan melalui gagasan dan aksi perubahan yang merupakan sebuah kewajiban bagi Reformer, untuk menuangkan kompetensi manajerial guna mencapai tujuan organisasi yang telah disusun dan menjawab tantangan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya optimalisasi pelayanan donor darah di Rumah Sakit Umum Daerah kabupaten Majene. (Red.)