. banner 728x250

Program Ma’silambi Menjadi Strategi Preventif Mengatasi Stunting

Program Misal'ambi Dinas Kesehatan Majene,Progran sangat Strategis

MAJENE,KBN.Com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulbar bersama Pemerintah Kabupaten Majene (Pemkab Majene) telah sepakat untuk memperluas lokus program Ma’silambi di wilayah Kabupaten Majene.
Keputusan ini diambil setelah pelaksanaan rapat yang dihadiri Asisten I Setda Majene Mustamin, Kepala Dinas PMD Majene, Kepala Dinkes Majene, Bappeda Majene, Camat Banggae Timur, Kepala Puskesmas Lembang, dan Lurah Baurung serta sejumlah pihak terkait di ruang rapat Wakil Bupati Majene pada (29/04/2024).

Program Ma’silambi adalah singkatan dari “Merdeka Ancaman Stunting Baru dengan Kolaborasi Mitra Berbasis Aksi,” yang dirancang sebagai strategi preventif untuk mengatasi stunting di Sulbar.

Kepala Dinkes Sulbar Asran Masdy menjelaskan, selama dua tahun terakhir, program Ma’silambi berfokus pada Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur.

“Tujuan utama program Ma’silambi untuk mencapai penimbangan 100 persen balita,” jelasnya.

Dikatakan, program Mi’silambi telah berjalan dengan sangat baik di Kelurahan Baurung, dengan tingkat penimbangan dan pengukuran balita tetap di atas 95 persen, bahkan mencapai 100 persen kehadiran balita di Posyandu setiap bulannya.

Asisten 1 Setda Majene Mustamin menegaskan, bahwa diperlukan strategi baru dalam meningkatkan status kesehatan di Majene, dan program Ma’silambi menjadi salah satu strategi yang telah berhasil dilaksanakan bidang kesehatan di Majene.

“Untuk memperluas lokus Ma’silambi tentu diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan signifikan dalam upaya mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan anak-anak di Majene, serta diharapkan juga dukungan dan kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci sukses dalam pelaksanaan program di masa mendatang,” harapnya. (W)

Penulis: Wahid HalapirEditor: Wahid.