. banner 728x250

Pemdes Dan Warga Pamboborang Gelar Berburu Babi Demi Tingkatkan Hasil Petani.

MAJENE.KBN.com-Babi hutan merupakan Hewan pengganggu yang sangat meresahkan petani, kadang dibuat gagal panen akibat ulah hewan satu ini. Untuk itulah Dalam kegiatan ini terlihat kaum pria beramai ramai masuk hutan dengan membawa tombak serta, menggunakan anjing pemburu,untuk mencium bau babi hutan, setelah ketemu maka babi hutan akan dikejar lalu dikeroyok oleh puluhan anjing-anjing yang buas dan terlatih.

“Kepala Desa Pamboborang Muhammad Hamzari,mengatakan, setelah turun lansung melihat kondisi yang dialami masyarakat sebagian besar adalah petani.Memang babi hutan ini menjadi hama bagi tumbuhan,yang harus dibasmi keberadaanya demi meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat.Kegiatan ini dilakukan pada Minggu (21/1/2024).

” Hamzari,Berburu babi,merupakan kegiatan rutinas petani dengan melibatkan anjing milik masing-masing warga, berlangsung di kawasan Desa Pamboborang Kecamatan Banggae,Kabupaten Majene  dipimpin langsung oleh kepala Desa bersama didampingi Babinkantimas.

“Kegiatan berburu babi hutan ini merupakan bentuk solidaritas serta kepedulian kita dengan petani, terhadap maraknya hama babi hutan yang sering merusak tanaman petani yang ada di kebun, sehingga menyebabkan gagal panen” ujar Kepala Desa Pamboborang Hamzari,kepada media online melalui via telpon.

“Kegiatan berburu babi dilaksanakan atas dasar laporan dari kalangan warga, terutama petani, yang selama sering merusak tanaman mereka dikebun.

“Selain itu, berburu babi sudah menjadi agenda rutin bulanan masyarakat  yang terjadwal baik waktu serta lokasinya.Jika terus kita buru populasi babi dapat berkurang,produksi hasil petani juga akan meningkat.”Semoga dengan adanya kegiatan berburu babi, petani bisa bernafas legah ” tandas Kades.

Warga Desa Pamboborang,sangat antusias menyambut kegiatan ini,kaum ibu ibu berpartisipasi dengan menyiapkan makanan dari rumah mereka masing masing untuk disuguhkan kepada seluruh warga yang tengah berburu babi hutan. “pungkasnya.(W)