. banner 728x250

Kurang Perhatian Pemerintah,JembatanTambatan Nelayan Terlihat  Kumuh Tak Terawat

Jembatan tempat para nelayan di Desa Tubo butuh perhatian.

KBN,Com,Majene,Melihat Kondisi Terkini Kampung Nelayan di Dusun Salubulo Desa Tubo Kaecamatan Tubo.
Kabupaten Majene Sulawesi Barat.

jembatan  yang menjadi tambatan nelayan di pesisir  pantai barat Majene terlihat sangat miris dan  kumu.

Laporan: Wahid.

Tidak terawat! Itu kesan pertama saat Kabarbarunusantara.com, melihat langsung kondisi jembatan Nelayan yang berlokasi di  pinggir jalan poros Majene -Mamuju.”

“jembatan Nelayan yang sempat dikenal dengan spot foto saat sanset  sore hari, di atas air laut dan sempat viral ini, kini jauh dari yang dibayangkan.

Minimnya perawatan kini 
menyembabkan jembatan tersebut terlihat kumuh dan mencim bau yang tak sedap di sekitar jembatan. Toilet, dan Papan nama  terlihat rusak, tembok, serta sampah-sampah berserakan oleh orang yang tidak bertangungjawab,membuat jembatan ini terlihat jorok dan kumuh dan tidak ada perhatian dari pihak yang berkompoten di daerah.
Tidak hanya itu, Jembatan penyeberangan  yang terbuat dari rangkaian kayu ulin, tampak lapuk dan kropos akibat korosi air laut. Kondisi ini pun sangat mengkhawatirkan, mengingat warga yang tinggal di sekitar, maupun yang berkepentingan di situ masih menggunakan jembatan tersebut untuk penyebrangan  ke P.Ambo  Kec. Balabalakang  Kabupaten Mamuju.Berdasarkan informasi yang didapatkan, bahwa masyarakat Desa Tubo pada umumnya banyak  nelayan mereka melaut di P. Ambo.
Histori sejarah bahwa warga yang mendiami Balabalakang  ada asli penduduk Tubo.Mendia mo banyak P.Di kepulauang Balabalakang,seperti Malaber,Ambo,sawakattan,lagudaan,dan Balabalakang.

Saharuddin sala satu  warga Tubo, mengatakan rasa keperihatinannya terhadap kondisi jembatan  kayu ulin tersebut.“ Iya kayu disitu sudah lapuk dan tiang penyangga jembatan banyak miring, kita mau keseberang sana juga perlu hati-hati, kalau kita orang tua ya tidak apa-apa karena kita tau, tetapi kalau anak- anak terpeleset dan luka, itu yang bahaya,” kata kepada KBM.com , Senin  (27/05/2025) siang.

“Abd Hafid  warga,dusun  salubulo  juga mengatakan, jembatan tambatan perahu nelayan  menjadi tempat pembongkaran ikan jiga tempat puaran kebutuha para nelayan warga tubo,

Disamping juga menjadi tempat santai warga lokal pada sore hari,”.Kami minta agar ada perhatian Pemda untuk perbaikan  jembatan  sebagai tempat kami  melakukan aktifitas untuk melaut.” harapnya.

‘ Nasri Kepala Desa Tubo,saat  ditemui di kediamanya membenarkan bahwa kondisi jembatan tambatan Nelayan,
memang sudah rusak, apa lagi pembangunanya sejak tahun 2000, masih Bupati Darwis,yang merealisasikan, jadi sampai saat ini belum ada perbaikan dari pihak terkait.”jelas Nasri kepada media senin 27 Mei 2024.

Lebih jauh, Nasri  menjelaskan untuk  merenofasi jembatan diDusun Salubulo membutuhkan anggaran yang  cukup besar,jika kami anggarkan melalui DD
hampir habis dari Dana Desa
(DD) desa Tubo dalam satu Tahun, dihitung hampir  1 M biaya perbaikan jbatan tersebut.

“Dirinya mengharapkan jika ada perhatian perintah Daerah,untuk membangun kembali jembatan di desa Tubo,” ujar Nasri.
Di katakan pula,membandingkan jembatan tersebut pada tempo dulu saat jembatan  masih barunya, banyak pengunjung dan bahkan sempat viral sebagai destinasi wisata baru bagi warga Tubo dan sekitarnya, tetapi sekarang, kata Nasri justru berbanding terbalik.

Terkait dengan kondisi tersebut menyampaikan bahwa kurangnya perhatian sehingga aset daera ini terabaikan begitu saja” keluhnya.

Ia pun mengharapkan pemerintah melalui dinas terkaitnya bisa mengatasi masalah tersebut, agar masayarakat bisa  nelayan di Salubulo bisa dengan nyaman keraktifitas. (**)