. banner 728x250

HMI MPO Cabang Majene mendesak Pemprov Sulbar untuk segera menuntaskan pembangunanan Jalan penghubung Kab. Majene-Polman

Majene, Kabar Baru Nusantara – Jalan penghubung (Sendana-tutar) yang dimulai dari desa Tallu Banua Utara Kec. Sendana kondisinya sangat memprihatinkan dan sama sekali belum pernah mendapat perhatian khusus oleh pemerintah kabupaten ataupun provinsi.Yang kami pahami adalah jalan Sendana-Tutar berstatus sebagai jalan strategis provinsi Karna telah menghubungkan dua kabupaten, yaitu Kab. Majene & Kab. Polman, dengan demikian ini jelas tanggung jawab mutlak oleh pemerintah provinsi yang harus lebih progresif untuk bagaimana kumudian memikirkan pembangunan jalan tersebut.Sebagai pertimbangan objektif; Desa Limboro Rambu-Rambu Kec. Sendana dan beberapa Desa di Kec. Tutar yang jaraknya sangat dekat dengan Kec. Sendana Kab. Majene dikenal sebagai penghasil komoditas yang sudah lama dan banyak menyuplai permintaan pasar secara Regional ataupun diluar Sulbar, disisi lain Desa Limboro Rambu-Rambu Kec. Sendana terdapat objek wisata permandian air panas yang potensial menarik perhatian wisatawan jika dikelola dengan baik, tetapi semuanya akan sia-sia kalau akses jalan tidak di perbaiki. Kemudian, termasuk kepentingan sosial, pendidikan dan kesehatan yang saya fikir sangat fundamental sebagai pertimbangan untuk segera memperbaiki jalan tersebut sehingga apa yang kita harapkan bersama seperti peningkatan sarana prasarana pendidikan, pelayanan sosial, dan pelayanan kesehatan tentu akan jadi lebih efektif ketika jalan tersebut diberi perhatian khusus dan harus dimaksimalkan.Kami berharap Pj. Gubernur Sulbar bersama dinas terkait sekiranya turun langsung melakukan peninjauan objektif supaya dapat merasakan bagaimana penderitaan masyakarat setempat yang setiap harinya melewati jalan tersebut. “Kalau pihak pemerintah provinsi tidak segera menindaklanjuti saran yang kami berikan, maka saya tegaskan dan pastikan HMI MPO Cab. Majene akan turun melakukan gerakan galang dana untuk pembangunan jalan penghubung Kec. Sendana-Tutar sebagai kritik atas kagagalan pemerintah.” Tutupnya.