. banner 728x250

DPPKB Majene Cegah Stunting, Salurkan Bantuan di Tamerod’o

Sekda Majene,Ardiansyah meyerahkan Bantuan secara sibolis Kepada Pj.Kades Awo Muliadi, didanpingi Kadis DPPKB Majene Hasnawati dan Camat Tamerod'o Edy Bastian di Lapangan Bola Tamerod'o Jum'at 7 Juni 2024.

MAJENE,KBN.Com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Majene,Dalam upaya untuk meningkatkan sinergi dan sinkronisasi data sasaran Baduta, Balita, Ibu Hamil,Ibu menyusui, menggelar Kegiatan Gerakan Intervensi Percepatan, Penurunan Stunting di setiap Desa,pada Jum’at,7 Juni 2024, bertempat di Lapangan Desa Tamerod’o Kecamatan Tamerod’o DPPKB Kabupaten Majene.

Hasnawati,Kadis DPPKB Kabupaten Majene mengatakan, bantuan raskin untuk sasaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT), namun di jadikan natural  mengingat kondisi, kita tidak mampu untuk memasak,akan tetapi pemantauan dan evaluasinya tetap akan dikontrol TPK di setiap desa.

Lanjutnya,Penyaluran beras kepada setiap Desa di Kecamatan
Tamerod’o di peruntukan kepada sasaran, dengan rincian setiap desa mendapatkam seratus karung beras dan 24 kg kacang ijo,namun sebenarnya data sasaran tidak sama,akan tetapi kami dari pihak DPPKB Majene memberikan kepada para kepala desa seratus karung beras perdesa. ” jelas Bu Kadis kepada awak media Online.

Menurutnya,Kegiatan ini sebagaibentuk untuk mempercepat penangan stunting secara serentak di seluruh Imdonesia.Sasaran
pembarian Makanan Tambahan
(PMT) adalah Ibu-Ibu Hamil dan ibu yang menyusui.Penyaluran beras kepada Baduta di laksanakan sesuai  dengan data akurat dan komprehensif dari setiap Penyulu KB dilapangan.
Dengan mengumpulkan data yang tepat dan terkoordinasi, diharapkan dapat mengimplementasikan intervensi yang efektif untuk mencegah stunting di kalangan Baduta dan Balita.

Selain itu, program ini juga menargetkan ibu hamil dan Ibu menyusui agar mendapatkan edukasi dan layanan yang memadai guna memastikan kesehatan ibu dan anak. “ujar Hasnawaty.

Di katakan pula,ini merupakan salah satu upaya lanjutan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan para penyulu KB dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menu seimbang keluarga.

“Wajib memperhatikan gizi ibu hamil terutama makanan bergizi seperti ikan. Kemudian bagi bayi, memberikan ASI (air susu ibu) yang cukup bagi bayi, hingga pemberian makanan tambahan yang bergizi, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ucapnya.

Dia berharap,peran semua pihak akan mempercepat pelaksanaan program nasional ini, melahirkan generasi berkualitas. Untuk itu, semua harus memperhatikan gizi ibu hamil hingga melahirkan, kemudian asupan gizi bayi hingga remaja.

“Wajib memperhatikan gizi ibu hamil terutama makanan bergizi seperti ikan,Kacang Ijo,dan nasi Kemudian bagi bayi,memberikan ASI (air susu ibu) yang cukup bagi bayi, hingga pemberian makanan tambahan yang bergizi, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala, ” tutunya. ****

Penulis :Wahid Halapir