. banner 728x250

Desa Lombong Timur,Dalam Sejarah 12 Tahun

Laporan: Wahid Halapir

Majene,Kabarbarunusantara.ComPemerintah Desa Lombong Timur Kecamatan Malunda Kabupaten Majene,Gelar tazakkuran sebagai hari jadinya ke 12 tahun.Dalam sejarah pemerkaran dari Desa Induk Lombong pada tahun 2010,berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2007,di prakarsai 14 orang toko masyarakat,dengan 4 dusun,maka lahir Desa Lombong Timur, yang di sebut dengan nama lain  kampung  mosso, dalam sejarah nenek moyang mandar mossu adalah bassu dengan pengertian kenyang,sehingga para perangkat adat pada zaman pemerintahan koordinator,
Mosso sebagai lumbun pangan pada masa kerajaan mandar.

“Bahtiar,Kepala Desa Lombong Timur,menyampaikan dalam sambutan,bahwa mosso adalah sebuah perkampungan atau pedusunan,dimana semua masyarakatnya sebagian besar hidup bertani dan berkebun.Di Desa ini masih bisa di temui berbagai tanaman pangan yang bisa mendukung program pemerintah untuk Ketahanan Pangan,seperti tanaman,pohon sagu,umbi-umbian,buah-buahan,
padi sawa,dan padi ladang menjadi makanan pokok warga Desa,sehingga kehidupan masyarakat bisa sejatraa karena banyaknya tersedian pangan bagi mereka.”jelas Kapala Desa dalam sambutan hari jadi Lombong Timur,Minggu 21 Mei 2023 di lapangan sepak bola mosso.

Lanjutnya,Para pemangku adat(Papuangan) sampai pada zaman pemerintahan koordinator
banyak mengharapkan sumber-sumber makanan dari wilayah mosso.sehingga disebut masyarakat Lombong Timur sebagai pekerja ulet,tekung dan rajin,pemberian nama ini karena keberhasilan mereka dalam pertanian dan perkebunan untuk menunjang  swasembada pangan.Terbukti sampai saat ini banyaknya bahan makanan tersedia pada masa itu, sampai sekarang.” kata Bahtiar.

Kehadiran Orang nomor satu di Bumi Assamalewuang,pada Acara ini,membawa berkah tersendiri kepada masyarakat Lombong Timur (Mosso),dimana menjadi motivasi bagi kami untuk tetap berbuat,bahwa sejarah perjuangan warga mosso untuk menjadi sebuah desa merupakan eksitensi mereka untuk mau berkembang.
di buktikan dengan semangat mereka berpacu dengan waktu sehingga hasil pertanian dapat berkembang dengan baik.demi masyarakat desa yang memiliki motto,Mari bangkit,kompak, bersatu,menuju Desa Mandiri.

Di tempat yang sama Andi Achamad Syukri Tamalele
yang sering di sebut AST mengingatkan, potensi yang besar di Desa Lombong Timur yang dapat dikembangkan. Dia berharap kepala desa bersama jajarannya dapat aktif dalam mengelola dan memanfaatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di desa tersebut, karena hal tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan dan kemajuan  masyarakat

“Saya mengajak masyarakat Desa Lombong Timur untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi unggulan daerah. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti pendidikan dan kesehatan, juga perlu ditingkatkan dengan memanfaatkan sarana yang tersedia,” kata bupati Andi Syukri.

Bupati AST menyampaikan sambutannya dengan harapan agar Desa Lombong Timur terus membangun masa depan yang lebih baik. Dia mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam acara tersebut,turut hadir,Camat Malunda,Kadis DPMD Majene,Kadis DKP Majene,Anggota DPRD Majene Dapil IV,Kades se kab.Majene,Babinsa,Bimas se Kec.Malunda,Danramil Malunda,Ketua dan Anggota BPD,Kec Malunda, Toko Agama,Toko masyarakat,dan masyarakat Lombomg Timur.****