. banner 728x250
Daerah  

Bupati Majene Paparkan Biografi SDA Dihadapan Pj. Gubernur Sulbar

Bupati Majene H.Andi Achmad Syukri Sambut Pj.Gubernur Sulbar,kamis 30/0/2024.

MAJENE,KBN.Com – Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele turut memaparkan biografi potensi Sumber Daya Alam (SDA) dihadapan Pj Gubernur Sulawesi Barat, Dr.Drs.Bahtiar Baharuddin, M.Si, dalam kegiatan kunjungan kerja perdananya di Bumi Assamallewung ini.

Kungjungan kerja Pj Gubernur Sulawesi Barat, merupakan agenda kerja perdana setelah ia dilantik menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Kamis, 30/5/2024.

Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele dalam kesempatan itu memaparkan kondisi biografi potensi yang menjadi sumber daya penopang ekonomi masyarakat di Majene.

“Kita berharap agar hubungan silaturahmi Pemkab Majene dan Pemprov Sulbar tetap terjalin sehingga tercipta sinergitas yang semakin baik,” kata AST sapaan akrab Bupati Majene.

Bupati Majene memaparkan bahwa pemerintah yang ia pimpin baru memasuki tahun ketiga sejak dilantik pada 27 Juni 2021 dengan tagline Majene Rumah Kita dengan spirit menuju perubahan melalui visi Majene Unggul Mandiri dan Religius.

Perlu diketahui, sebagian besar masyarakat Majene berprofesi sebagai petani, peternakan, perkebunan dan nelayan dengan luas wilayah 947,84 Kilometer. Secara administrasi terdiri dari delapan kecamatan dan 62 desa dan 20 kelurahan.

Andi Achmad Syukri menyebutkan saat ini pemerintah daerah sedang melaksanakan pengembangan kawasan food estate/integritas farming di daerah Galung Pa’ara dan Salabulo. Hal ini guna menopang Ibukota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Demikian pula pengembangan sektor pariwisata juga dikembangkan guna menopang pertumbuhan ekonomi yang ekslusif seperti pengembangan kawasan pantai Dato, Pantai Barane, Pasir Putih Tarra ujung, wisata museum Mandar serta permandian air panas di Limboro.

Di sektor penanganan angka stunting kata dia, juga telah dilakukan langkah langkah strategis untuk menurunkan kasus tersebut.

“Kasus stunting di tahun 2022 mencapai angka 40,6 persen dan telah ditekan menjadi 30,5 persen  sekaligus menempatkan urutan tiga di Sulbar,” ungkap AST.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *