. banner 728x250

Ajudan Bupati Tidak Terlibat Pemukulan Mahasiswa HMI

Majene,Kabarbarunusantara.com Aksi dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene, pada Rabu 7 Juni 2023. Sempat mengalami kericuhan karena menerobos pagar halaman Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Majene.

Aksi HMI Cabang Majene, berlangsung ricuh didepan halaman Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Majene. Sehingga beredar sejumlah video yang menduga ajudan Bupati Majene melakukan pemukulan kepada salah satu kader HMI.

Saat dihubungi ajudan Bupati Majene mengatakan, justru saya kaget karena diduga melakukan pemukulan kepada salah satu kader HMI Majene sesuai yang diberitakan dibeberapa Media Online.

“Saya tidak melakukan pemukulan. Hanya saja melerai massa yang hendak menerobos dan merusak pagar halaman Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Majene,” ungkap Putra Djamaluddin.

Ia menjelaskan, Perihal keajudanan presiden diatur lebih lengkap dalam Peraturan Menteri Sekretaris Negara Nomor 12 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Keajudanan Presiden atau Wakil Presiden dan Istri atau Suami Presiden atau Wakil Presiden.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa tugas ajudan adalah memberikan dukungan staf dan pelayanan administrasi sehari-hari kepada presiden dan wakil presiden serta kepada istri atau suami presiden atau wakil presiden baik selaku kepala negara atau kepala pemerintahan maupun urusan pribadi.

“Jadi sudah jelas tupoksi saya sebagai ajudan untuk memastikan keamanan pimpinan dalam hal ini Bupati Majene,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, saat itu, saya melakukan pengawalan kepada Bupati Majene dan PJ Gubernur Sulbar saat hendak menemui massa aksi.

“Jadi kalau saya dianggap melakukan pemukulan. Justru saya kena pemukulan pada saat melerai massa yang hendak memecah pengamanan Bupati dan PJ. Gubenur Sulbar,” jelasnya.

Senada juga diterangkan warga lainnya bernama Ammat. Ia juga menjelaskan, pada saat demonstrasi berlangsung, Putra Jamaluddin atau ajudan Bupati Majene hanya melerai massa yang sedang ricuh dengan pihak keamanan untuk melindungi Bupati Majene.

“Kan Bupati Majene bersama Gubernur Sulbar ingin menerima dan mendengarkan tuntutan aksi, ya tentu saja sebagai ajudan melindungi pimpinannya, kalau sengaja memukul sama sekali tidak sesuai yang saya lihat,” akunya.(whd)